Posts

Tolong untuk kamu tidak kembali datang. Walau hanya mengetuk, menyapa, lalu pulang. Sebab ketukmu meninggalkan kutuk. Untuk terus mengiangkan suaramu laksana itu melodi merdu. Lalu kamu pulang. Hilang. Sedang aku, asyik berdansa bersama bayang. -Flaynn-
Mari. Kita mengadu pada pantai Menyerap tenang dari gemeruh riak Mangikat angan pada riuhnya angin Terbang-Pudar-Hilang Lalu kita kembali ke ardi Mendaki Meniti tapak sendiri-sendiri -Flaynn- Medan, 7 Oktober 2019, 14:39

Sais

Kita terjebak Tergulung pada sangka hati Terperosok jauh dari inti Zona nyaman, katanya Nyatanya zona mati suri Padahal hanya perlu sedikit menyibak Mohon kamu tidak beranjak Revisi. Aku terjebak Gagal mampir lagi Meneriaki dan memaki Sialan Saisku telah pergi Salahku Aku sendiri Kemari/biar ku perbaiki// karena soalmu itu//kidung sesal nyaring di diriku/// -Flaynn-
Nyatanya menerima keadaan memanglah sesulit itu. Saat segala sesuatunya terjadi, seperti waktu yang tidak kuasa aku hentikan-berada diluar kendaliku. Saat perlahan aku mencoba melepas apa yang aku genggam. Butir demi butir pasirpun berjatuhan. Lepas. Jatuh. Kembali ke tempat dimana seharusnya dia berada. Dari itu aku mulai berlajar makna dari kata berserah. Rela. Ikhlas. Lillahi ta'ala. Dan seperti halnya waktu yang akan terus bergerak, hidup pun terus berjalan. Maka orang bilang hidup itu adalah perjalanan, sebuah proses pencarian. Yang aku tahu, sebuah perjalanan pastilah memiliki tujuan. Dan yang disebut proses pencarian pastilah berakhir dengan menemukan. Perjalanan dan pencarian... Tujuan dan temuan... Kita memiliki tujuan dan hal yang ingin kita temui masing-masing. Sejauh apapun perjalanan itu, sebanyak apapun yang kita cari. Kita semua akan menutupnya dengan satu tujuan dan temu yang pasti.  . Menuju ke pangkuan-Nya, bertemu Sang Pencipta. ....
Jika kamu memang ingin Benar benar ingin . Menunduklah Tundukkan kepalamu hingga pada titik terendah—menyentuh tanah . Dan mintalah dengan sungguh-sungguh pada Al-ghanniyyun kariim—yang maha kaya lagi maha pemurah Flaynn #selfreminder

Kita

Kita adalah dua dari banyak pasang mereka diluar sana Kita adalah dua yang mencari namun hilang arah Kita adalah dua yang menyimpan bingung dalam seulas senyum Kita adalah dua yang melempar harap dalam tatap Kita adalah dua yang pernah salah Kita adalah dua yang berbekal ragu dan n ekat melangkah Kita adalah dua-kau dan aku Yang sama-sama mendidihkan renjana pada wajah kaku -Flaynn- RL-22/05/2019
Image
"Tak adakah inginmu untuk kita lebih dekat lagi?" "Tentu saja aku ingin" "Semisal perangko dan surat?" "Oh tidak sayang, itu terlalu dekat" "Aku tidak ingin terlalu menyatu. Bahkan sampai harus menyakiti salah satu bila pisah telah jatuh waktu" "Lalu?" "Cukuplah kita dekat.    Dan tetap memberi sekat" -Flaynn-