Laksana air
Biarkan kisah ini mengalir
Pun rasa ini
Lepaskan!
Ekspresikan dan jangan dipendam
Serta beri ruang pada takdir
Biarkan Ia yang menentukan
Muara ini... Akankah menjadi awal atau akhir
-Flaynn-
Curup, 7 September 2018
Diantara kosongnya ruang tunggu
Hai! Welcome back to the club! :D Akhirnyaaa, ini biodata terakhir dari anggota New Hope Club!! Bahagia, akhirnya selesai haha :D Yang terakhir ini adalah anggota yang paling muda, paling gemesin, paling kocak *menurut aku hehe* dan yang pastinya rambutnya paling item hahaha :D Dah ah dari pada ketawa mulu, langsung aja yak 3. Blake Richardson Nama Lengkap: Blake Edward Richardson. Nama Panggilan: Blake. Ulang tahun: 2 Oktober 1999. Lahir di: England, UK. Tinggal di: Macclesfield, Cheshire, England, UK. Posisi: Lead Vokal, Gitar, Piano. Kebangsaan: Inggris. Warna Mata: Coklat. Warna rambut: Hitam. Tinggi: 6 '(1,83 m). Zodiak: Libra. Pendidikan: The King's School, Macclesfield, Cheshire, Inggris. Saudara: Abbie Richardson. (Kakak) *Kakaknya cantik bangettt :') & Foto Blake sama kakak nya waktu kecil lucu banget, kalian nanti bisa liat di bawah* Orang tua: Nik Richardson & Soulla Costanda. Agama: Katolik *FYI, Blake selalu ...
Aku jatuh cinta. Pada seseorang yang selalu terlihat ceria. Seseorang yang tak akan bisa untuk aku memilikinya. Seseorang yang menurut cerita dan video yang kulihat, sangat ramah dan sopan sikapnya. Seseorang yang hanya dapat aku ceritakan, namun tak ada kesempatan untukku membuat cerita bersama. Seseorang yang berhasil menyembuhkan tanpa sadar dirinya-lah obat sesungguhnya. Seseorang yang telah menenangkan dan membuat aku menyadari keberadaan. Bahwa aku tidak sendirian. Dan untuk itu, terima kasih banyak. Telah membuatku bangkit dan ingin kembali berjuang. -Flaynn 28 Maret 2021
Suatu ketika kamu berbaring di ranjangmu. Tidak tahu apa yang ada dalam pikiran dan hatimu. Hanya menatap atap kamar, seolah itu adalah objek paling menarik dibanding sekitar. Tidak hanya sedetik, kamu memperhatikan itu lama sekali. Tatapanmu menerawang menembus langit, jauh melewati celah genting yang sempit. Waktu sudah tengah malam dan kamu masih saja terjaga. Kamu matikan lampu dan seketika ruangan gelap gulita, namun matamu masih saja terbuka. Mencoba memejamkan mata meski pikiranmu masih menyala. Suatu ketika saat kamu sudah dengan gagah dan tangguhnya melewati hari, kamu berbaring. Memejamkan mata dan menangis tanpa tahu apa penyebabnya. Samar. Kamu sadar kamu mati rasa, tapi nyatanya kamu menangis juga. ' Kenapa? ' Kamu sendiri tidak tahu apa jawabnya. Seseorang pernah berkata, "Kamu hidup untuk menjadi nyata, bukan sempurna". Mungkin bukan atap kamarmu yang terlalu menarik, tapi pikiranmu yang amat tenang itu sedang merangkai harapmu. Harapan murni. Tanpa e...
Comments
Post a Comment
Please let me know yout thoughts. Do you mind?